CHAPTER 1 "CEK OMBAK ALA PDIP"

 

PDIP seringkali dijadikan bahan perbincangan karena setiap keputusan yang diambil selalu memberikan dampak bukan hanya internal partai namun eksternal partai. hal ini tak lepas dari Sosok Megawati yang menjadi sosok paling sentral di PDIP, dan tak dipungkiri langkahnya selalu menjadi barometer untuk partii lain akankah berkoalisi atau beroposisi dengan PDIP karena elektabilitas partainya yang selalu berada di puncak.

Akhir-akhir ini internal PDIP sedang panas bukan karena kadernya yang korupsi, melainkan 2 "kader terbaiknya" perang dingin dan saling lempar asumsi,  siapa lagi kalau bukan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Ganjar dengan elektabilitas capres tertinggi sepertinya kurang disukai oleh Puan yang tak lain adalah putri mahkota Megawati yang menjadi barang tentu sikap politiknya selalu didengar oleh kadernya. Sikap Ganjar yang hening dan enggan memberikan statement justru terlihat elegan, Ganjar tampak tangguh dengan semua statement Puan yang menyudutkan dirinya. Bahkan yang lebih menyakitkan, saat Puan datang ke Jateng untuk memberi pengarahan kepada kadernya justru tak nampak sosok Ganjar yang jelas sebagai tuan rumah.

Kontradiksi di suatu internal partai memang hal yang lumrah, bukan tanpa tujuan, bisa jadi apa yang elite partai lakukan semata hanya untuk menelisik situasi arus bawah yang notabene basis pendukung mereka, yaitu kandang banteng (jateng). Bisa jadi elite partai haha hihi setelah melihat arah dukungan kader dan masyarakatnya untuk siapa, dan elite partai bergegas membentuk strategi dan menancapkan gas guna kemenangan di legislatif maupun eksekutif kembali. Jauh sebelum 2024 dimulai nampaknya hampir semua partai menyiapkan dan memantaskan diri untuk berkontestasi, kendati demikian seharusnya elite partai serius dalam pengambilan keputusan yang menguntungkan rakyat,  bukan hanya mementingkan elite politik saja, karena sejatinya elite politik tak akan menjadi elite jika rakyat tak memberikan suaranya.

Cek ombak seperti inilah yang sebenarnya merugikan masyarakat, karena masyarakat sendiri dibuat gaduh dengan sikap elita yang melemparkan bola panas ditengah kesejukan. Sepertinya masih ada cara lain yang cukup dewasa untuk menguji kelayakan calon, kita lihat saja kinerja masing-masing individu, Puan Maharani dengan tampuk kursi Ketua DPRnya dan Ganjar Pranowo dengan Kursi Gubernurnya.



Muhammad Hakam Biqy

Mahasiswa Administrasi Publik UNISA Yogyakarta 2020.

Komentar

Posting Komentar